Translate

Sabtu, 23 Agustus 2014



Bermula dari Leluhur Berbudaya, dan...


Ini murka tak terbagi embun hitam
Ini pilu tak tertahan ditiup angin kebencian
Bermula dari leluhur bodoh namun berbudaya
Menjadi generasi cerdas namun pembohong
Sang kanibal di ranahnya
Tempat ia datang dari selangkangan ibunya

Ini padang hijau yang tak ada di belahan lain
Di mana ia punya kisah sendu dan sejuta cerita
Kaya nurani dan budaya
Bermula saat leluhur masih menyembah batang pohon
Seribu nyanyian roh terpanggil
Segaris tato yang mengkilat bersama keringat
Di saat daun menyembuhkan luka
Di mana hati berselimutkan damai dan polos

Semua berubah!
Ditelanjangi oleh ego dan angkuh
Menjual budaya demi kursi tahtah murahan
Menginjak-injak kepala ibunya
Mengukir namanya pada tulang yang akan dimakan anjing
Terbuai oleh zaman fatamorgana
Bagaikan babi yang terbirit oleh pemburuh harta
Menanti kapal bajak laut pembawa damar

Inilah tanah kelahiranku
Rerumputannya yang aku rindukan
Tariannya yang gemulai dalam polos dan nurani
Meliukkan cintanya bersama alam
Murka takkan mampu menekuk lututnya untuk berdiri

Aku hanya segenggam jari
Namun menjamah gumpalan liat untuk menciptakan waktu
Mencekik para lintah darat tak berhati
Di sinilah aku berdiri dan kelak mati.

Padang,     Februari 2014
Oleh: Edo Hia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar