Translate

Jumat, 21 Agustus 2015



SETIAP LIMA SENTI

Setiap lima senti perjalanan, ada rumah dipenuhi anggur
Tampak lampunya terang terpancar dari jendela kacanya
Lantunan sajak-sajak cinta menerpa setiap temboknya nan kokoh
Renda-renda awan sore,
Berkicau mengisyaratkan sebuah rasa kagum.

Lima senti perjalanan untuk kesekian kali,
langkah terhenti,
melihat kaki-kaki kecil, lusuh dan menghitam,
menyeberangi rel kereta api.
Perih hati tersayat, lima senti sayatannya.
Aku menyaksikan sebuah potret lain
Satunya, membawa karung kumuh dan menggendong adiknya,
Sedang yang lainnya menjunjung asoi biru di atas kepalanya.
Kaki-kaki kecil itu tak mampu berbohong,
Mereka sepertinya kuat, tapi tertatih di atas kerikil tajam

Aku mengusap keringat dengan lengan baju,
masih mempertanyakan: "Ken-apakah mereka masih memiliki harapan?"

Setiap lima senti perjalanan, aku menginjakkan kaki
Kaki tanpa kasut yang membalut
Terbangun, bahwa setiap lima senti perjalananku memilki cerita lain.

Edo Hia - Padang, 1 juni 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar