SETIAP LIMA SENTI
Setiap lima
senti perjalanan, ada rumah dipenuhi anggur
Tampak
lampunya terang terpancar dari jendela kacanya
Lantunan
sajak-sajak cinta menerpa setiap temboknya nan kokoh
Renda-renda
awan sore,
Berkicau
mengisyaratkan sebuah rasa kagum.
Lima senti
perjalanan untuk kesekian kali,
langkah
terhenti,
melihat
kaki-kaki kecil, lusuh dan menghitam,
menyeberangi
rel kereta api.
Perih hati
tersayat, lima senti sayatannya.
Aku
menyaksikan sebuah potret lain
Satunya,
membawa karung kumuh dan menggendong adiknya,
Sedang yang
lainnya menjunjung asoi biru di atas kepalanya.
Kaki-kaki
kecil itu tak mampu berbohong,
Mereka
sepertinya kuat, tapi tertatih di atas kerikil tajam
Aku mengusap
keringat dengan lengan baju,
masih
mempertanyakan: "Ken-apakah mereka masih memiliki harapan?"
Setiap lima
senti perjalanan, aku menginjakkan kaki
Kaki tanpa
kasut yang membalut
Terbangun,
bahwa setiap lima senti perjalananku memilki cerita lain.
Edo Hia - Padang, 1 juni 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar